Prolog

19 04 2008

Menikmati Free HotspotSekian lama nge-blog, akhirnya saya sampai juga pada tahap memerlukan Official Blog. Mungkin bisa dibilang gaya-gayaan, namun sepertinya memang sudah waktunya, setelah banyak sekali tulisan yang tidak termuat hanya karena saya anggap tidak sesuai dengan tema blog-blog saya sebelumnya. Perjalanan saya di dunia blogging dimulai September 2006 saat pertama kali dikenalkan dengan dunia blog yang waktu itu menurut saya hanya sebatas online diary (dan memang blog pertama yang saya lihat adalah blog seorang perempuan melankolis berisi personal diarynya). Jadi sebenarnya saya termasuk anak kemarin sore dalam dunia blogging. Mulailah saya menulis -yang mungkin bisa dikategorikan- personal blog yang berisi tentang catatan-catatan harian yang (meski dikemas lucu) tetap saja melankolis.

Namun itu juga tidak berlangsung lama. Kesibukan yang ada serta masalah koneksi internet yang tidak selalu ada membuat saya semakin lupa dan malah meninggalkan dunia blogging yang waktu itu memang tanpa motivasi tambahan (baca: uang -pen). Kembalinya saya justru terjadi di quarter akhir 2007, dimana saat itu saya akhirnya mendapatkan apa yang saya idamkan selama ini, affordable 24 hours internet connection. Terima kasih kepada kang Onno W. Purbo dan kawan-kawan beliau yang telah merintis RT/RW Net hingga bisa dinikmati seperti saat ini.

Akhirnya larutlah saya pada keasyikan baru yang mungkin anda bisa tebak. Internet! berbagai situs saya kunjungi, berbagai social networking saya coba, tidak terhitung lagi file yang pernah saya download. Semua dalam euphoria internet. Kekanak-kanakan dan sedikit kampungan memang, tapi inilah saya. Bagi saya yang seorang mahasiswa biasa (baca: pengangguran -pen), koneksi internet adalah sebuah hal yang mewah dan harus dinikmati sebaik-baiknya (mumpung!). Namun akhirnya bisa ditebak, berujung dengan kebosanan. Bagaimana tidak, setiap hari cuma bisa ber-IM ria, ngecek friendster, ngecek email, download MP3 dan sejenis kegiatan Netter biasa.

Kembalinya saya ke dunia blogging bermula pada ajakan seorang kawan untuk mencoba mengikuti program Adsense. Apa lagi selain mengejar iming-iming uang? Motivasi yang sangat kuat memang. Mungkin juga karena diperparah dengan keadaan saya yang waktu itu memang baru saja meninggalkan pekerjaan sebagai Fashion Show Music Director. Well, Uang memang bisa menjadi motivasi manusia yang sangat kuat terlebih di saat dalam keadaan sangat membutuhkan.

Selanjutnya, mulailah saya mengikuti beberapa program afiliasi. Berharap bisa mendapatkan uang, berbagai blog kemudian saya buat. Mulai dari informasi beasiswa, blogging tips, SEO tricks, dan berbagai blog lainnya. Belum lagi berbagai macam trik SEO telah saya jalankan, apa yang saya dapatkan belum mencapai, bahkan jauh dari harapan. Apa yang salah? Ternyata jawabannya sangat sederhana. Membangun blog adalah membangun komunitas pembaca. Kurang lebih sama dengan membangun merk, image dan persepsi konsumen dalam ilmu pemasaran. Jadi, seperti halnya membangun merk, jika blog anda dikemas dan dibangun dengan baik maka visitor dan reader akan datang dengan sendirinya. Sangat sederhana. Malah menurut saya, uang disini justru hanyalah sebagai efek.

Content, hampir pasti merupakan tersangka utama “kegagalan” ini. Selama ini, kebanyakan blog-blog saya adalah blog yang hampir-hampir “tanpa emosi”. Hampir semua tidak memiliki sentuhan humanis. Malah terkesan kaku dan tidak punya interaksi. Saya melupakan satu hal krusial bahwa setiap pembaca adalah manusia, terlepas dari informasi yang saya berikan di blog saya adalah informasi yang termasuk kategori “dicari”, blog saya tetap “dingin”.

Ketakutan saya untuk menulis juga berakibat pada miskinnya original content dalam blog-blog saya. Berperan sebagai “editor” bukan penulis, sering sekali saya lakukan. Waktu itu, saya hampir selalu mengisi blog-blog saya dengan mengkopi informasi dan artikel orang lain dan mengubahnya dengan “bahasa” saya. Dan itu menyakitkan. Ya, sangat menyakitkan ketika mendapati kenyataan bahwa saya hanyalah seorang plagiator yang curang. Sekali lagi, saya sampai pada sebuah kesimpulan. Di dunia apapun, kita harus tetap menjadi diri kita. Kita harus jujur mengakui bahwa kita adalah seorang penulis pemula yang buruk, jika itu memang kenyataannya. Namun disamping itu juga, kita harus berbangga jika tulisan kita adalah tulisan yang jujur menyuarakan isi kepala dan hati kita, seburuk apapun itu kelihatannya.

Well, Blog ini – mudah-mudahan – adalah awal dari usaha saya untuk membangun komunitas pembaca. Saya yakin, anda mempunyai pendapat dan pilihan sendiri. Namun, jika anda anda adalah orang baru di dunia blogging yang berpikir komersil, saya sarankan untuk “membangun” terlebih dahulu blog anda sebelum berpikir untuk “meng-komersilkannya”. Remember, Money is only effect (more causes you made, more effects you got).


F. I. Ilyas


Actions

Information

One response

3 11 2008
serendipity55

assalamu alaikum…
tau ga, sampe hari gene…daku blm tau gmn nyari duit dr ngeblog…hehehe katro…
ajarin dunkz…gmn cr tepat dalam tempo yg sesingkat-singkatx…:-)
thx bfr

Leave a comment