<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>F. I. Ilyas</title>
	<atom:link href="http://fiilyas.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fiilyas.wordpress.com</link>
	<description>Life on My Perspective</description>
	<pubDate>Tue, 06 May 2008 20:46:11 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=MU</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Lagi, Kasus Jiplak Blog!</title>
		<link>http://fiilyas.wordpress.com/2008/05/06/lagi-kasus-jiplak-blog/</link>
		<comments>http://fiilyas.wordpress.com/2008/05/06/lagi-kasus-jiplak-blog/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 May 2008 20:41:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fellias</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Blog]]></category>

		<category><![CDATA[Life]]></category>

		<category><![CDATA[Miscellaneous]]></category>

		<category><![CDATA[Blogger]]></category>

		<category><![CDATA[copas]]></category>

		<category><![CDATA[Copy content]]></category>

		<category><![CDATA[copy-paste]]></category>

		<category><![CDATA[Cosa Aranda]]></category>

		<category><![CDATA[Fajar Zebua]]></category>

		<category><![CDATA[HAKI]]></category>

		<category><![CDATA[Iman Brotoseno]]></category>

		<category><![CDATA[Kasus]]></category>

		<category><![CDATA[Kekayaan Intelektual]]></category>

		<category><![CDATA[Pembajakan]]></category>

		<category><![CDATA[Penjiplakan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fiilyas.wordpress.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[Setelah seharian ini tidak melakukan kunjungan kenegaraan ke salah satu Must-Visit Blog milik Cosa Aranda, (seorang mahasiswa S1 yang seperti saya juga belum selesai-selesai) akhirnya saya memutuskan untuk mampir sejenak untuk sekedar melihat-lihat keramaian yang ada. Biasanya postingan-postingan Senior yang satu ini kadang memberikan inspirasi di kala saya sedang sepi order dan sepi inspirasi. Dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://fiilyas.files.wordpress.com/2008/05/piratess.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-27 alignleft" style="float:left;" src="http://fiilyas.files.wordpress.com/2008/05/piratess.jpg?w=188&h=300" alt="" width="188" height="300" /></a>Setelah seharian ini tidak melakukan kunjungan kenegaraan ke salah satu Must-Visit Blog milik <strong>Cosa Aranda</strong>, (<a title="Cosa Aranda" href="http://www.cosaaranda.com" target="_blank">seorang mahasiswa S1 yang <span style="text-decoration:line-through;">seperti saya</span> juga belum selesai-selesai</a>) akhirnya saya memutuskan untuk mampir sejenak untuk sekedar melihat-lihat keramaian yang ada. Biasanya postingan-postingan Senior yang satu ini kadang memberikan inspirasi di kala saya sedang <span style="text-decoration:line-through;">sepi order dan</span> sepi inspirasi. Dan ternyata <em>feeling </em>saya benar! <a title="Kasus Jiplak Fajar Zebua" href="http://www.cosaaranda.com/buku-adsense-samaran.htm" target="_blank">Ada kehebohan disana</a>.</p>
<p>Ceritanya, ada seseorang yang <a href="http://cakwid.net/asal-ngomong-aja/satu-lagi-yang-bikin-malu-saya-sebagai-orang-jogja-dan-almamater-ugm.htm">tinggal di Jogja dan kuliah di S2 MIPA Ilmu Komputer UGM</a> yang menulis buku yang berjudul “<strong>Google AdSense: Mudah Meraih Dolar di Internet</strong>“, terbitan MediaKom (Januari 2008). Lah? apa serunya? <a title="Tips Nulis Buku Yang Heboh" href="http://adsense-sby.com/showthread.php?t=258" target="_blank">Nulis buku kok heboh?</a> Bukannya yang heboh tuh kalo nulis Kitab Suci Baru!!! Hehehe.</p>
<p><em>Back to the topic</em>!</p>
<p>Nah,  usut punya usut, ternyata  Mahasiswa S2 (yang kabarnya bernama <a title="Fajar Zebua" href="http://profiles.friendster.com/fajarzebua" target="_blank"><strong>Fajar Y S Zebua</strong></a>) ini menulis buku yang beberapa babnya ternyata di<em>comot</em> mentah-mentah dari artikel blog milik Cosa Aranda. Dan parahnya lagi, diterbitkan dengan tujuan komersil <strong>Tanpa Ijin</strong> yang bersangkutan!</p>
<p>Satu hal yang membuat saya tersenyum adalah <a title="Minta Maaf Lewat Iklan Baris" href="http://adsense-sby.com/showthread.php?p=5031#post5031" target="_blank">permintaan maaf</a> sang plagiator lewat media Iklan Baris. Aduh!</p>
<p><span id="more-26"></span>Sebagai catatan, belum usai <a title="Kasus Jiplak Wang Xian Jun" href="http://blog.imanbrotoseno.com/?p=205" target="_blank">kasus penjiplakan atas Tulisan Iman Brotoseno</a> tentang <a href="http://blog.imanbrotoseno.com/?p=150">&#8220;Soekarno – Sejarah yang tak berpihak&#8221;</a> yang dipublish bulan Maret lalu, sekarang muncul lagi kasus pembajakan atas tulisan Cosa Aranda. Sangat sedih rasanya melihat kenyataan bahwa para tersangka penjiplak justru berasal dari kalangan berpendidikan tinggi. Mudah-mudahan kenyataan ini bisa menyadarkan kita bahwa karya atau kekayaan intelektual di Indonesia masih sangat jauh dari dihargai. Pembajakan atas kekayaan intelektual masih saja terjadi disana-sini.</p>
<p>Apakah benar-benar seperti inikah potret para terpelajar bangsa kita?</p>
<p><strong>F. I. Ilyas</strong></p>
<address>PS: Image was taken from <a title="Fantasm Agoria" href="http://www.fantasm-agoria.com/menu;top;cat,20;gid,2034" target="_blank">fantasm-agoria.com</a> and modified by F. I. Ilyas (takut digugat ngejiplak)</address>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fiilyas.wordpress.com/26/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fiilyas.wordpress.com/26/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fiilyas.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fiilyas.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fiilyas.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fiilyas.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fiilyas.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fiilyas.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fiilyas.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fiilyas.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fiilyas.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fiilyas.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fiilyas.wordpress.com&blog=3522852&post=26&subd=fiilyas&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fiilyas.wordpress.com/2008/05/06/lagi-kasus-jiplak-blog/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://fiilyas.files.wordpress.com/2008/05/piratess.jpg?w=188" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Sandra Dewi Ngeblog, You Think?</title>
		<link>http://fiilyas.wordpress.com/2008/05/04/sandra-dewi-ngeblog-you-think/</link>
		<comments>http://fiilyas.wordpress.com/2008/05/04/sandra-dewi-ngeblog-you-think/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 May 2008 17:33:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fellias</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Blog]]></category>

		<category><![CDATA[ngeblog]]></category>

		<category><![CDATA[Sandra Dewi]]></category>

		<category><![CDATA[Blog Seleb]]></category>

		<category><![CDATA[Blog Review]]></category>

		<category><![CDATA[Selebritis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fiilyas.wordpress.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Bertambah lagi satu Selebritis Indonesia yang ngeblog. Setelah Violin Kondang favorit saya Maylaffayza dan Dian Sastro, Kini giliran Sandra Dewi yang ikut berblogging-ria. Entah apa yang jadi motivasinya. Tetapi, apapun itu, Selamat Datang di Blogosphere Indonesia.
Satu hal yang jelas! Visitor Blognya sebagian besar akan dipastikan adalah kaum lelaki&#8230;
Ditampilkan dengan warna dominan pink membuat blog Sandra [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft" style="float:left;" src="http://sandradewi.seleb.tv/wp-content/gallery/cache/95__320x240_005.jpg" alt="Sandra Dewi" width="178" height="240" />Bertambah lagi satu Selebritis Indonesia yang ngeblog. Setelah Violin Kondang favorit saya <strong><a title="Maylaffayza" href="http://maylaffayza.multiply.com" target="_blank">Maylaffayza</a></strong> dan <strong><a title="Dian Sastro" href="http://blog.diansastrowardoyo.net" target="_blank">Dian Sastro</a></strong>, Kini giliran <strong><a title="Sandra Dewi" href="http://sandradewi.seleb.tv" target="_blank">Sandra Dewi</a></strong> yang ikut berblogging-ria. Entah apa yang jadi motivasinya. Tetapi, apapun itu, Selamat Datang di Blogosphere Indonesia.</p>
<p>Satu hal yang jelas! Visitor Blognya sebagian besar akan dipastikan adalah kaum lelaki&#8230;</p>
<p>Ditampilkan dengan warna dominan pink membuat blog Sandra Dewi terlihat sangat girly. Foto-foto yang ditampilkannya juga membuat blog ini khas selebriti. Yang membuat saya iri adalah <em>Online User</em>-nya, Pada saat saya menulis postingan ini, tercatat 53 user online! Hmmm&#8230; Selebriti&#8230; Namun, jika kita berbicara content, maka jangan berharap terlalu banyak&#8230; Jangan dibandingkan dengan <a title="Dian oh Dian..." href="http://blog.diansastrowardoyo.net/" target="_blank">Dian Sastro</a>, apalagi membandingkannya dengan <a title="Opa Wimar" href="http://www.perspektif.net" target="_blank">Wimar Witoelar</a>&#8230; Lah?</p>
<p>Meski termasuk pengagum Sandra Dewi, saya kok sepakat dengan ulasan <a title="Ndoro.. ndoro... Hohoho... Sadis!" href="http://ndorokakung.com/2008/05/04/sandra-pecas-ndahe/" target="_blank">Ndoro Kakung</a> yang dengan lugasnya mengatakan,</p>
<blockquote><p><em>&#8220;&#8230;Kalau sampean mau lihat berbagai pose tubuh Sandra, keinginan sampean bakal terpuaskan. Tapi, jika sampean mau melihat pose pikiran, ide, dan gagasannya, sampean bakal kecele&#8230;&#8221;</em></p></blockquote>
<p><span id="more-25"></span>Hohoho&#8230; What a comprehensive review! Namun, sekali lagi, saya juga sangat sepakat dengan beliau bahwa dengan sejalannya waktu dan jika terus ditekuni, mungkin kita bisa mengharapkan sesuatu yang berbeda darinya. Hopefully&#8230;</p>
<p><strong>Sekali lagi, Selamat Datang Sandra Dewi! Siapa Menyusul???</strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fiilyas.wordpress.com/25/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fiilyas.wordpress.com/25/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fiilyas.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fiilyas.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fiilyas.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fiilyas.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fiilyas.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fiilyas.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fiilyas.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fiilyas.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fiilyas.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fiilyas.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fiilyas.wordpress.com&blog=3522852&post=25&subd=fiilyas&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fiilyas.wordpress.com/2008/05/04/sandra-dewi-ngeblog-you-think/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://sandradewi.seleb.tv/wp-content/gallery/cache/95__320x240_005.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Sandra Dewi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lelucon Google untuk Sang You Know Who!</title>
		<link>http://fiilyas.wordpress.com/2008/05/03/lelucon-google-untuk-sang-you-know-who/</link>
		<comments>http://fiilyas.wordpress.com/2008/05/03/lelucon-google-untuk-sang-you-know-who/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 May 2008 13:14:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fellias</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Humor]]></category>

		<category><![CDATA[68%]]></category>

		<category><![CDATA[google]]></category>

		<category><![CDATA[lelucon]]></category>

		<category><![CDATA[roy suryo]]></category>

		<category><![CDATA[you know who]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fiilyas.wordpress.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Blogwalking hari ini berakhir dengan penemuan sebuah artikel yang sangat lucu dari Mas Eko. Sebenarnya artikel ini saya temukan dari seorang Professor yang suka nongkrong sambil menikmati angin sepoi-sepoi. Telusur punya terlusur, ternyata artikel sumbernya memang dari Mas ini.
Nah, what&#8217;s the news? Ternyata 68% lelucon dibuat untuk Sang You Know Who.
Begini ceritanya,&#8230;
ah, ngga jadi ah&#8230;
Daripada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Blogwalking hari ini berakhir dengan penemuan sebuah artikel yang sangat lucu dari <a title="Temukan Roy Suryo" href="http://maseko.com/2008/04/29/temukan-roy-suryo/#more-807" target="_blank">Mas Eko</a>. Sebenarnya artikel ini saya temukan dari <a title="Prof Mustamar" href="http://www.profmustamar.com/about/" target="_blank">seorang Professor yang suka nongkrong</a> sambil menikmati <a title="Anging Mammiri" href="http://www.angingmammiri.org/" target="_blank">angin sepoi-sepoi</a>. Telusur punya terlusur, ternyata artikel sumbernya memang dari <a title="Mas Eko" href="http://maseko.com/" target="_blank">Mas ini</a>.</p>
<p>Nah, what&#8217;s the news? Ternyata 68% lelucon dibuat untuk Sang <strong>You Know Who.</strong></p>
<p>Begini ceritanya,&#8230;</p>
<p>ah, ngga jadi ah&#8230;</p>
<p>Daripada cerita panjang lebar, mending anda coba sendirilah&#8230;</p>
<p>1. Buka <a title="Google Indonesia" href="http://www.google.co.id" target="_blank">Google.co.id</a> dan ketikkan <strong>Temukan Roy Suryo </strong>pada kolom textnya seperti gambar dibawah ini.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" src="http://maseko.com/wp-content/uploads/2008/04/windowslivewritertemukanroysuryo-791fgoogle-temukan-roy-suryo-20d50416-4be5-493a-a2a1-90291b4b08f4.jpg" alt="Temukan Roy Suryo" width="520" height="232" /></p>
<p style="text-align:left;">2. Klik tombol <strong>Saya Lagi Beruntung</strong>, dan&#8230;. Voila!!! cek sendiri aja deh&#8230;</p>
<p style="text-align:left;">Nah, mudah2an, lelucon ini long-lasting. Tapi bagi anda yang tidak lagi menemukan kelucuannya, silahkan <a title="Temukan Roy Suryo" href="http://temukanroysuryo.co.cc/" target="_blank">temukan sendiri disini</a> atau lihat screenshotnya <a title="Temukan ScreenShot " href="http://maseko.com/wp-content/uploads/2008/04/windowslivewritertemukanroysuryo-791fgoogle-temukan-roy-suryo2-765d36be-b56f-41d4-88c1-29c07046b0a8.jpg" target="_blank">disini</a>.</p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;"><em><strong>Saran </strong>: Bukan untuk konsumsi yang bersangkutan. Bisa-bisa saya kena tuduhan melanggar UU ITE lagi&#8230; hihihi..</em></p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;"><strong>F. I. Ilyas</strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fiilyas.wordpress.com/23/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fiilyas.wordpress.com/23/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fiilyas.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fiilyas.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fiilyas.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fiilyas.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fiilyas.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fiilyas.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fiilyas.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fiilyas.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fiilyas.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fiilyas.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fiilyas.wordpress.com&blog=3522852&post=23&subd=fiilyas&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fiilyas.wordpress.com/2008/05/03/lelucon-google-untuk-sang-you-know-who/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://maseko.com/wp-content/uploads/2008/04/windowslivewritertemukanroysuryo-791fgoogle-temukan-roy-suryo-20d50416-4be5-493a-a2a1-90291b4b08f4.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Temukan Roy Suryo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pathetic Indonesian Reality Show</title>
		<link>http://fiilyas.wordpress.com/2008/05/03/pathetic-indonesian-reality-show/</link>
		<comments>http://fiilyas.wordpress.com/2008/05/03/pathetic-indonesian-reality-show/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 May 2008 08:35:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fellias</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Miscellaneous]]></category>

		<category><![CDATA[Point of View]]></category>

		<category><![CDATA[Social Criticism]]></category>

		<category><![CDATA[indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[super mama]]></category>

		<category><![CDATA[super seleb]]></category>

		<category><![CDATA[tv]]></category>

		<category><![CDATA[indosiar]]></category>

		<category><![CDATA[sctv]]></category>

		<category><![CDATA[trans7]]></category>

		<category><![CDATA[transtv]]></category>

		<category><![CDATA[mamamia]]></category>

		<category><![CDATA[supertwins]]></category>

		<category><![CDATA[reality show]]></category>

		<category><![CDATA[popularity contest]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fiilyas.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Saya bukanlah seorang yang MTV (Maniak Televisi). Namun tergerak juga akhirnya untuk menulis artikel ini setelah melihat beberapa tayangan TV (khususnya yang mereka sebut Reality Show) yang minta ampun menyedihkan. Yang membuat lebih sedih lagi, tayangan yang menurut saya tidak mendidik dan berdurasi amat sangat panjang ini (bayangkan dari jam 18.00 hingga tengah malam, waahhh) [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://fiilyas.files.wordpress.com/2008/05/supermama.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-22 alignleft" style="float:left;" src="http://fiilyas.files.wordpress.com/2008/05/supermama.jpg?w=222&h=142" alt="Super M....." width="222" height="142" /></a>Saya bukanlah seorang yang MTV (Maniak Televisi). Namun tergerak juga akhirnya untuk menulis artikel ini setelah melihat beberapa tayangan TV (khususnya yang mereka sebut<strong> Reality Show</strong>) yang minta ampun menyedihkan. Yang membuat lebih sedih lagi, tayangan yang <span style="text-decoration:line-through;">menurut saya</span> tidak mendidik dan berdurasi amat sangat panjang ini <em>(bayangkan dari jam 18.00 hingga tengah malam, waahhh) </em>justru memiliki rating yang tinggi, populer dan diminati.</p>
<p>Mereka menamakannya Acara Mama-mamaan&#8230; Super-superan&#8230; dan banyak lagi <span style="text-decoration:line-through;">anu-anuan lain</span>. Bukannya sirik, tapi lama-lama gerah juga melihat acara-acara semacam ini. Program yang didesain UUD (Ujung-ujungnya Duit) semacam ini, membuat saya bingung. Dimana letak sisi edukasinya? Apakah sudah sedemikian parahnya karakter penonton TV Indonesia? Nah, mungkin inilah potret keterbelakangan negeri ini. Bagaimana tidak, acara <span style="text-decoration:line-through;">buruk</span> seperti itu saja mendapat rating tertinggi bergantian dengan sinetron. Jadi, <a title="Super Mama yang seharusnya" href="http://www.dudung.net/index.php?naon=depan&amp;action=detail&amp;id=1016&amp;cat=4" target="_blank">bagaimana Supermama seharusnya?</a></p>
<p>Sebenarnya tidak akan ada masalah selama acara berkonsep <strong>Popularity Contest </strong>semacam itu bisa menghadirkan kontestan yang betul-betul kapabel. Lah ini? Cenderung terkesan amat sangat dipaksakan. Eksploitasi? mungkin saja. Toh, kebanyakan kontestannya hanya memiliki kemampuan pas-pasan yang ditunjang oleh tampang cantik atau sebaliknya kemampuan yang cukup bagus, namun memiliki kekurangan fisik yang dibesar-besarkan (baca:dimanfaatkan) untuk menarik simpati.</p>
<p>Seperti halnya acara-acara TV yang lain, ada yang pro dan ada yang kontra. Saya membaca sebuah komentar pada diskusi tentang acara-acara seperti ini di sebuah forum. Isinya sangat menyedihkan. Kira-kira seperti ini :</p>
<blockquote><p><em>Kl bosen, ganti channel ajaa&#8230;<br />
Ato matiin tipi..<br />
Gampaaaankk kaan&#8230;<br />
Jangan dibikin sussaaah..<br />
Hidup udah susah koq dibikin susseeeh yaaa&#8230;</em></p></blockquote>
<p>Nah, saya pikir, ada betulnya juga. Tapi, kalau semua berpikir seperti ini, bangsa kita akan seperti apa ya?</p>
<p><strong>Benarkah tayangan seperti ini hanya menjual mimpi?</strong><span id="more-21"></span></p>
<p>Saya akan luruskan lagi menurut versi saya. Yang namanya &#8220;mimpi&#8221; atau mungkin juga kita sebut dengan khayalan atau obsesi adalah sebuah hal yang sehat. Mimpi atau keinginan yang besar mampu memberikan stimulan kepada otak untuk mewujudkannya dalam bentuk kreatifitas. Tapi hanya, dan hanya jika ditunjang oleh usaha dan strategi yang maksimal. Jika tidak, maka mimpi hanya akan menjadikan seseorang menjadi Apatis semata.</p>
<p>Jadi, bagaimana menurut anda?</p>
<p><em><br />
</em></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fiilyas.wordpress.com/21/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fiilyas.wordpress.com/21/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fiilyas.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fiilyas.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fiilyas.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fiilyas.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fiilyas.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fiilyas.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fiilyas.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fiilyas.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fiilyas.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fiilyas.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fiilyas.wordpress.com&blog=3522852&post=21&subd=fiilyas&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fiilyas.wordpress.com/2008/05/03/pathetic-indonesian-reality-show/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://fiilyas.files.wordpress.com/2008/05/supermama.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Super M.....</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Desainer Grafis Indonesia ; Dihargaikah?</title>
		<link>http://fiilyas.wordpress.com/2008/04/26/desainer-grafis-indonesia-dihargaikah/</link>
		<comments>http://fiilyas.wordpress.com/2008/04/26/desainer-grafis-indonesia-dihargaikah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Apr 2008 09:16:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fellias</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Blog]]></category>

		<category><![CDATA[Life]]></category>

		<category><![CDATA[Point of View]]></category>

		<category><![CDATA[Social Criticism]]></category>

		<category><![CDATA[desainer grafis]]></category>

		<category><![CDATA[graphic designer]]></category>

		<category><![CDATA[kompensasi]]></category>

		<category><![CDATA[gaji]]></category>

		<category><![CDATA[bayaran]]></category>

		<category><![CDATA[seni grafis]]></category>

		<category><![CDATA[graphic artist]]></category>

		<category><![CDATA[indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[tarif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fiilyas.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Bagi banyak orang diluar profesi ini, Graphic Artist atau yang lebih terkenal dengan sebutan Graphic Designer (Desainer/Perancang Grafis - pen) adalah profesi yang dianggap keren, &#8220;basah&#8221; dan dibayar mahal, santai, tidak terikat waktu, atau sangat menyenangkan. Benarkah demikian?
Sejak 2002 hingga sekarang dimana saya berkecimpung di bidang ini sebagai freelancer, anggapan-anggapan diatas memang ada juga benarnya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://fiilyas.files.wordpress.com/2008/04/artists-paint-brushes.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-17 alignleft" style="float:left;" src="http://fiilyas.files.wordpress.com/2008/04/artists-paint-brushes.jpg?w=186&h=247" alt="dollar brush" width="186" height="247" /></a>Bagi banyak orang diluar profesi ini, Graphic Artist atau yang lebih terkenal dengan sebutan <span style="text-decoration:underline;"><strong>Graphic Designer</strong></span> (Desainer/Perancang Grafis - <em>pen</em>) adalah profesi yang dianggap keren, &#8220;basah&#8221; dan dibayar mahal, santai, tidak terikat waktu, atau sangat menyenangkan. Benarkah demikian?</p>
<p>Sejak 2002 hingga sekarang dimana saya berkecimpung di bidang ini sebagai <em>freelancer</em>, anggapan-anggapan diatas memang ada juga benarnya. Kadang-kadang ketika saya berkenalan dengan seorang kolega, menyebutkan pekerjaan saya sebagai Desainer Grafis memang cukup membanggakan. tidak semua orang memiliki keahlian seperti saya saya miliki. Faktor Independensi adalah salah satunya. Terlepas dari keinginan client, <em>I really am my own boss!</em>. Bukan begitu?</p>
<p>Kecuali dengan Deadline, Profesi ini bisa dibilang tidak terikat waktu. Saya bisa bangun kapan saja saya mau,  kerja kapan saja saya mau, tidak harus pake dasi dan segudang &#8220;ketidak-harusan&#8221; lain. Saya juga tidak menafikan bahwa profesi ini sangat menyenangkan karena memang sebuah seni (dalam hal ini seni grafis) adalah salah satu hobi, interest dan kesenangan saya. Jika sedang <em>mood </em>dan <em>on-fire, </em>Pekerjaan setumpukpun bisa selesai dalam waktu semalam. Saya yakin profesi-profesi lain pun serupa jika benar-benar merupakan interest dari individunya. Namun, apakah semua itu sebanding dengan kompensasi yang para Desainer Grafis (di Indonesia) terima?<span id="more-16"></span></p>
<p>Disini gaji, upah dan bayaran saya ganti dengan kata kompensasi, karena seperti saya, banyak juga Desainer Grafis yang bekerja mandiri sebagai freelancer.</p>
<p>Realistis saja, Berbeda dengan di luar negeri (khususnya di negera-negara maju), di Indonesia profesi ini belum begitu dihargai. Banyak yang menganggap Desainer Grafis hanyalah sebatas tukang gambar biasa. Ini yang salah! Bahkan tukang gambar biasa pun harusnya tetap dihargai, apalagi Desainer Grafis.</p>
<p>Desainer Grafis adalah profesi yang menyatukan antara seni, komunikasi dan <em>computer technical ability</em>. Disaat yang sama, seorang desainer grafis harus mampu menggabungkan dan mengakomodir <em>artistic view</em>, aspek komunikasi, dan juga keinginan klien kedalam sebuah komposisi visual dalam komputer. Bahasa kerennya, Desainer Grafis itu harus bisa bikin karya yang enak dilihat, indah, bisa menyampaikan pesan, dan sekaligus sesuai maunya yang nyuruh. Sulit bukan? Persoalannya, banyak yang melihat proses ini <em>simply </em>hanya sebagai klak-klik mouse semata. Parahnya lagi, ada yang sampai bilang, Tidak perlu dibayar, toh hanya klak klik, tik tuk, beres! Saya hanya bisa tertawa kecut. Menyedihkan&#8230;</p>
<p>Yang lebih menyedihkan, ada yang bilang, Desainer Grafis itu seperti seniman lain, tidak butuh uang, tidak butuh dibayar? cukup hanya penghargaan atas hasil karyanya saja. Lah! Siapa bilang seniman tidak butuh uang? Yang namanya profesi itu kan perkerjaan. Dan pekerjaan ya butuh uang. Persepsi inilah yang harus diluruskan. Penghargaan disini memang tidak melulu diwujudkan sebagai kompensasi materiil. Memang banyak seniman yang bekerja bukan melulu karena uang, tapi bukan berarti itu dijadikan alasan untuk tidak memberikan kompensasi materiil yang setimpal. Sebaliknya, kadang materi juga menjadi bukan yang utama saat seorang desainer grafis melakukan pekerjaan/job yang memang diinginkannya. Jujur saja, dari cuma dibayar ucapan terima kasih, sebungkus rokok, hingga jutaan rupiah pun sudah pernah saya alami. Tapi saya tidak melihat itu sebagai masalah selama saya masih menikmati job tersebut.</p>
<p>Nah, Disinilah dilema itu kadang terjadi. Dorongan ekonomi kadang membuat kita <em>nrimo </em>saja. Selama tidak bertentangan dengan idealisme dan ideologi kita, dibayar berapapun mau asal dapur tetap bisa <em>ngebul</em>. Saya sendiri belum mampu untuk menjawabnya. Sangat banyak aspek yang berbicara disini. Dan yang paling penting, ini adalah sebuah <em>Private Decision</em> dimana tidak boleh ada campur tangan orang lain.</p>
<p><em>Ok, Enough </em><em>with the money section&#8230; </em></p>
<p>Di sisi lain, seorang Desainer Grafis sangat bergantung kepada reputasi. Kompensasi yang diterima seorang desainer grafis be<em>reputasi </em>tinggi tentu berbeda dengan desainer grafis pemula yang mungkin belum punya reputasi sama sekali. Nah, Mengingat pekerjaan ini adalah pekerjaan yang menjual jasa, jadi kepuasan klien adalah sebuah hal yang sangat penting. Publikasi dan promosi seorang desainer grafis sebagian besar datang dari proses publikasi mulut ke mulut. Di samping itu, Kualitas pekerjaan juga sangat berpengaruh disini. Oleh karena itu, portfolio sangat menunjang pekerjaan sebagai desainer grafis. Perlu diingat bahwa salah satu barometer penting penentuan kompensasi adalah tingkat kepercayaan dan kepuasan klien. Untuk menjadi seorang desainer grafis yang respectable, kualitas memang harus dijunjung. Bukankah pada akhirnya nanti kompensasi berbanding lurus dengan kualitas? &#8230;.Jadi?</p>
<p><strong>F. I. Ilyas</strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fiilyas.wordpress.com/16/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fiilyas.wordpress.com/16/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fiilyas.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fiilyas.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fiilyas.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fiilyas.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fiilyas.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fiilyas.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fiilyas.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fiilyas.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fiilyas.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fiilyas.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fiilyas.wordpress.com&blog=3522852&post=16&subd=fiilyas&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fiilyas.wordpress.com/2008/04/26/desainer-grafis-indonesia-dihargaikah/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://fiilyas.files.wordpress.com/2008/04/artists-paint-brushes.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">dollar brush</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Iklan RONCAR ; Taste atau Strategi?</title>
		<link>http://fiilyas.wordpress.com/2008/04/25/iklan-roncar-taste-atau-strategi/</link>
		<comments>http://fiilyas.wordpress.com/2008/04/25/iklan-roncar-taste-atau-strategi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Apr 2008 15:00:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fellias</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Miscellaneous]]></category>

		<category><![CDATA[Point of View]]></category>

		<category><![CDATA[anti-maling mobil]]></category>

		<category><![CDATA[art of photography]]></category>

		<category><![CDATA[chip anti-maling]]></category>

		<category><![CDATA[iklan]]></category>

		<category><![CDATA[iklan buruk]]></category>

		<category><![CDATA[PPPI]]></category>

		<category><![CDATA[RONCAR]]></category>

		<category><![CDATA[strategi positioning]]></category>

		<category><![CDATA[taste of art]]></category>

		<category><![CDATA[YLKI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fiilyas.wordpress.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Anda pernah menyaksikan iklan Chip Anti-Maling yang satu itu?
Kalau iya, bagaimana pendapat anda?
Ketika saya mencoba menanyakan kepada teman-teman, komentar yang muncul sangat beragam. Ada yang bilang buruk, sangat buruk, jelek, jelek abis, amat sangat jelek, jadul, murahan, malu-maluin, kampungan, katro dan berbagai komentar negatif lain. Tapi tak satupun komentar positif yang saya dengar.
Namun, Jika pertanyaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft" style="float:left;" src="http://www.nurapratama.web.id/wp-content/themes/grassy/images/security.jpg" alt="RONCAR versi Sendal" width="161" height="220" />Anda pernah menyaksikan iklan Chip Anti-Maling yang satu itu?</p>
<p>Kalau iya, bagaimana pendapat anda?</p>
<p>Ketika saya mencoba menanyakan kepada teman-teman, komentar yang muncul sangat beragam. Ada yang bilang buruk, sangat buruk, jelek, jelek abis, amat sangat jelek, jadul, murahan, malu-maluin, kampungan, katro dan berbagai komentar negatif lain. Tapi tak satupun komentar positif yang saya dengar.</p>
<p>Namun, Jika pertanyaan tadi ditujukan pada saya maka jawaban yang akan saya keluarkan  adalah berupa pertanyaan lagi. Pendapat saya dilihat dari sisi mana? Saya adalah orang awam di dunia seni. Tetapi jika ditinjau dari sisi seni (sinematografi), saya yakin iklan <strong>RONCAR</strong> adalah produk seni yang gagal! <em>(Ingat, yang produk seni yang gagal itu iklannya ya!)</em>. Sama sekali tidak ada taste seni disana. Entah karena iklan ini low-budget atau karena memang itu strategi marketing dari RONCAR sendiri, <em>Wallahu Alam</em>&#8230;</p>
<p>Jujur saja, melihat iklan itu membuat saya merasa berada di medio &#8216;90an dimana satu-satunya pilihan stasiun televisi terjangkau hanyalah TVRI. <em>Ngga banget! </em>Apakah sudah sedemikian low-budgetnya RONCAR hingga hanya mampu membuat iklan seperti itu? Saya pikir tidak. Durasi yang cukup lama, penempatan iklan di area <em>primetime</em>, dan frekuensi penayangan yang cukup <em>intense </em>di televisi-televisi swasta terkemuka itu dijamin memakan budget sangat besar! Apalah artinya jika dibandingkan dengan Biaya Produksi iklan (berdurasi kurang dari 5 menit) yang saya pikir tidak akan sebesar biaya penayangan iklan yang frekuensinya lumayan intense.</p>
<p>RONCAR Pelit? jangan tanya saya. kalo ini, saya tidak tahu sama sekali dan saya juga tidak mau bergosip!<span id="more-13"></span></p>
<p>Ada baiknya kita telaah lagi <a title="Definisi Iklan" href="http://www.pppi.or.id/id/pppi/rambu/bukumerah-isi3.html" target="_blank">definisi dari iklan</a>. Menurut <a title="Situs PPPI" href="http://www.pppi.or.id" target="_blank">Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia</a> (PPPI),  Iklan adalah <em>Segala bentuk pesan tentang suatu produk disampaikan melalui                      suatu media, dibiayai oleh pemrakarsa yang dikenal, serta                      ditujukan kepada sebagian atau seluruh masyarakat</em>. Jadi dalam hal ini iklan RONCAR, bagaimanapun jeleknya adalah tetap sebuah iklan. Tapi sebaiknya jangan terlalu berharap banyak iklan semacam ini akan masuk dalam event Citra Pariwara Indonesia. Hehehe.</p>
<p>Yang pasti, terlepas dari semua celaan dan kritik terhadapnya, Iklan ini kemudian menjadi sangat populer dan menjadi buah bibir ribuan pemirsa televisi! Bagaimana tidak, <em>scene </em>yang dibuat mengada-ada, pemilihan cast yang <span style="text-decoration:line-through;">saya kira</span> asal, alur cerita yang tidak masuk akal, hingga <em>Art of Photography </em>yang -maaf- nol besar! Lantas, Efeknya apa?</p>
<blockquote><p><strong>Menciptakan sesuatu berupa potongan seni cerdas memang relatif mudah namun yang mereka inginkan adalah menjual produk</strong>. (<a title="Max Sutherland" href="http://www.sutherlandsurvey.com/" target="_blank">Max Sutherland</a> dan <a title="Alice K. Sylvester" href="http://www.zoominfo.com/people/Sylvester_Alice_17712663.aspx" target="_blank">Alice K. Sylvester</a> <em>- Advertising and The Mind of Costumer; What Works, What Doesn&#8217;t, and Why.)</em></p></blockquote>
<p>Saya tidak tahu pasti grafik penjualan RONCAR hingga saat ini. Tetapi, menurut saya ada satu hal yang pasti! RONCAR telah melakukan strategi positioning yang sangat mengena. Ingat, Ketika kita sudah ikut-ikutan menilai, mencela, atau menertawakan iklan ini, apa yang terjadi? Otomatis diluar kesadaran kita, iklan ini sudah menempatkan namanya dalam memori kita, sehingga begitu dihadapkan dengan <em>keywords </em>atau kata-kata kunci seperti <strong>Alarm</strong> <strong>Mobil</strong>, <strong>Anti Maling</strong>, atau <strong>Chip Pengaman Mobil</strong> maka yang pertama kali terlintas di benak kita adalah RONCAR. Sama seperti AQUA yang memiliki positioning Air Minum dalam Kemasan, atau mungkin SANYO dengan positioning pompa airnya.</p>
<p>Entah disengaja atau tidak, Langkah RONCAR untuk berfokus kepada strategi positioning sebenarnya sangat tepat. Produk RONCAR adalah produk chip anti-maling pertama yang beriklan sedemikian bombastis. Wajar saja kalau kemudian iklan ini lalu begitu dikenal di seantero Indonesia.</p>
<p>Untuk persoalan etika-pun, Roncar nyaris tak tersentuh. Meski ada satu hal yang mengganjal hati saya yaitu Benarkah RONCAR adalah yang yang pertama di dunia? Jika bukan, maka ini bisa dianggap sebagai pelanggaran etika periklanan. Lebih jauh lagi, RONCAR bisa dianggap melakukan penipuan publik. Siapa yang bisa bertindak? YLKI atau PPPI? Mari bertanya&#8230;</p>
<p><strong>F. I. Ilyas</strong></p>
<address>NB : Maaf, saya ngga nemu logo RONCAR. Pengennya sih masang model iklan RONCAR yang senyumnya maknyus itu, tapi apa daya, ngga nemu juga. jadilah saya pasang &#8220;RONCAR versi Sendal Jepit&#8221; yang diambil dari blog <a title="Kang Nurapratama" href="http://www.nurapratama.web.id/?p=18" target="_blank">Kang Nurapratama.</a></address>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fiilyas.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fiilyas.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fiilyas.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fiilyas.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fiilyas.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fiilyas.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fiilyas.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fiilyas.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fiilyas.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fiilyas.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fiilyas.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fiilyas.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fiilyas.wordpress.com&blog=3522852&post=13&subd=fiilyas&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fiilyas.wordpress.com/2008/04/25/iklan-roncar-taste-atau-strategi/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://www.nurapratama.web.id/wp-content/themes/grassy/images/security.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">RONCAR versi Sendal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Film Ayat-ayat Cinta ; Adaptasi Gagal?</title>
		<link>http://fiilyas.wordpress.com/2008/04/24/film-ayat-ayat-cinta-adaptasi-gagal/</link>
		<comments>http://fiilyas.wordpress.com/2008/04/24/film-ayat-ayat-cinta-adaptasi-gagal/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Apr 2008 12:47:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fellias</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Life]]></category>

		<category><![CDATA[Point of View]]></category>

		<category><![CDATA[Social Criticism]]></category>

		<category><![CDATA[AAC]]></category>

		<category><![CDATA[adaptasi]]></category>

		<category><![CDATA[aisha]]></category>

		<category><![CDATA[ayat ayat cinta]]></category>

		<category><![CDATA[carissa putri]]></category>

		<category><![CDATA[fahri]]></category>

		<category><![CDATA[fedi nuril]]></category>

		<category><![CDATA[film indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[habiburrahman el-shirazy]]></category>

		<category><![CDATA[hanung bramantyo]]></category>

		<category><![CDATA[maria]]></category>

		<category><![CDATA[novel]]></category>

		<category><![CDATA[rianti cartwright]]></category>

		<category><![CDATA[sastra]]></category>

		<category><![CDATA[theater of mind]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fiilyas.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Bismillahirrahmanirrahiim
Sebelumnya &#8220;berbicara&#8221; terlalu banyak, saya memohon maaf dulu terlebih dahulu jika ada pihak-pihak yang tidak menyukai tulisan saya ini. Ini adalah murni pendapat saya yang notabene hanyalah seorang penikmat film belaka. Anda boleh setuju atau tidak setuju. Silahkan berpendapat sesuka anda, toh setahu saya sampai saat ini, berpendapat masih gratis kok.
Baik, kita mulai saja…
Novel Ayat-ayat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal"><a href="www.ayatayatcintathemovie.com" target="_blank"><img class="alignleft" style="float:left;" src="http://leluconsinga.files.wordpress.com/2007/12/ayatayatcinta.jpg?w=176&h=158" alt="Ayat-ayat CInta" width="176" height="158" /></a>Bismillahirrahmanirrahiim</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sebelumnya &#8220;berbicara&#8221; terlalu banyak, saya memohon maaf dulu terlebih dahulu jika ada pihak-pihak yang tidak menyukai tulisan saya ini. Ini adalah murni pendapat saya yang notabene hanyalah seorang penikmat film belaka. Anda boleh setuju atau tidak setuju. Silahkan berpendapat sesuka anda, toh setahu saya sampai saat ini, berpendapat masih gratis kok.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;">Baik, kita mulai saja…</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a title="Novel Ayat-ayat Cinta" href="http://www.republika.co.id/mypustaka/buku_detail.asp?id=44" target="_blank">Novel Ayat-ayat Cinta (AAC)</a> karangan Habiburrahman El-Shirazy (Kang Abik) pertama kali diperkenalkan di medio tahun 2005. Kala itu memang dunia penulisan Indonesia didominasi oleh serbuan chicklit dan teenlit dengan tema beragam. Saya sangat ingat ketika itu, memang banyak sekali chicklit dan teenlit yang beredar di pasaran buku. Ingatan saya bahkan masih segar dengan warna-warninya susunan ratusan chicklit dan teenlit dalam sebuah rak buku di sebuah Taman Bacaan di bilangan Setiabudi, Bandung. Sesuai target segmentnya yang menyasar kalangan remaja, warna-warni yang ngejreng ditambah dengan ilustrasi-ilustrasi kartun vektor memang menjadi ciri khas novel-novel jenis ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Terus terang, saya memang sedikit tergerak untuk membaca chicklit dan teenlit <em>(meski saya jelas-jelas bukan chick dan teen). </em>Tapi apa yang terjadi setelah membacanya? Saya sontak berpikir, apakah dunia sastra Indonesia akan kembali padam seperti padamnya per-film-an Indonesia? Ingatan saya kembali melayang ke era 90-an dimana novel-novel Indonesia dihiasi oleh karya-karya novel picisan pengumbar syahwat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Terbitnya novel AAC kemudian menjawab kerinduan <em>(jika boleh disebut begitu) </em>saya akan karya sastra domestik berkualitas. Jujur saja, meski awam sastra, menurut saya novel ini sangat bagus, sangat menyentuh dan membumi. Keterkejutan saya muncul saat membaca kabar bahwa novel AAC akan difilmkan. Pertanyaan yang pertama muncul adalah “Apakah novel ini akan ikut latah?” <em>Ngga apa-apa </em>kalo latah kemudian hasilnya bagus, tapi kalau <em>ancur</em>???<span id="more-12"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Difilmkannya AAC cukup menuai banyak pro dan kontra. Saya termasuk yang kontra dengan difilmkannya AAC. Menurut saya, AAC adalah sebuah masterpiece sastra yang tidak layak untuk difilmkan. Terlalu sayang jika membiarkan keindahan perfeksi khayalan alias Theater of Mind yang susah payah dibentuk novel ini untuk dikontaminasi oleh persepsi visual. Saya bukanlah orang yang doyan bacaan sastra, tidak juga anti-film. Malah, saya adalah orang yang jarang membaca dan justru sangat suka menonton film. Namun, saya tetap menganggap novel ini adalah novel yang terlalu indah untuk dikotori oleh intervensi material-oriented dari seorang produser sinetron picisan dan antek-anteknya. Sebut saya kuno, kampungan atau apalah. Boleh! Sangat sepakat malah. Kenyataannya, saya memang lebih suka bermain-main dengan imajinasi dan persepsi saya ketimbang mengadopsi imajinasi dan persepsi dari orang lain yang belum tentu bisa mewakili maksud dari novel itu sendiri.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kang Abik sebagai orang yang saya kagumi, Penulis brilian dan penelur karya sastra yang bukan main indahnya ini seakan tidak mampu melawan kekuatan kapitalisme dunia hiburan <em>(baca : produser). </em>Saya jadi ingat sebuah film karya sutradara Marc Forster yang berjudul <a title="Stranger Than Fiction" href="www.sonypictures.com/movies/strangerthanfiction/" target="_blank">&#8220;<em>Stranger than Fiction</em>&#8220;</a>. Film ini kurang lebih menceritakan tentang Karen Eiffel (Emma Thompson), seorang penulis novel yang merelakan karya masterpiecenya berubah menjadi karya pasaran demi kelangsungan hidup Harold Crick (Will Ferrel), seorang lelaki paruh baya yang ternyata ditentukan oleh goresan pena dan alur yang dibuatnya. <em>(Mohon maaf, bukan mendukung cerita fiksi yang mencoba menggambarkan manusia yang bermain sebagai Tuhan, saya hanya bermksud memberikan analogi)</em>. Bukan main pengorbanan seorang Karen Eiffel. Idealisme dan Ciri khasnya serta kesuksesan karya masterpiece yang digambarkan sudah ada di depan mata, serta merta dirombak alurnya menjadi sebuah karya sastra yang biasa-biasa saja. Tragis? Tidak! Saya rasa, itulah pengorbanan. Nah, Saya pikir novel AAC ini memang mampu merubah hidup banyak orang. Jadi apalah arti sebuah popularitas dan materi, Keindahan novel yang mampu “mengubah” orang ini yang kemudian dihancurkan oleh film yang –<em>maaf</em>- tidak mampu  “mewakilinya”.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Alasan Penokohan, memang digunakan oleh para pengadaptasi novel ke film demi me<em>legal</em>kan mereka untuk memilih para pemeran yang dianggap sesuai secara <em>fisik (visual)</em> untuk mewakili tokoh dalam novel untuk film adaptasi tersebut. Tapi jangan lupa, novel AAC sangat sarat nilai religius. Jika tokoh yang dipilih tidak mampu mencerminkan secara psikologis para tokoh yang ada dalam novel ini, maka jangan heran jika di kemudian hari ada yang mengidentikkan aktor atau aktris yang memerankan film ini dengan tokoh yang ada dalam novel AAC. Sangat menyedihkan memang jika mendapati Aisha yang dalam novel digambarkan sedemikian tegasnya menutup aurat, justru sedang <em>asyik</em> mempertontonkan auratnya di depan jutaan penonton MTV. <em>Naudzubillah!</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Fahri, tokoh yang dibuat begitu suci dan “melangit”, terkesan biasa-biasa saja. Ijinkan saya mengutip lagi kutipan Bapak Prof. Laode M. Kamaluddin, PhD tentang pendapat Kang Abik dalam “semacam prolog”nya dalam novel Ketika Cinta Bertasbih (2007),</p>
<blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">“bagiku, tokoh Fahri itu justru masih kurang sempurna. Harus aku sempurnakan lagi. Dia harus lebih berjiwa malaikat ketimbang yang sudah ada, Kupikir, orang-orang kita bangsa Indonesia ini menilai Fahri terlalu sempurna, karena selama ini mereka tidak pernah disuguhi bacaan dan tontonan dengan kualitas perilaku seperti Fahri. Disinilah yang kusayangkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Orang-orang kita selalu dicekoki tokoh-tokoh jahat saja dan tidak diberi perimbangannya. Dan secara tak langsung mereka termakan dengan cekokan itu. Sehingga seolah-olah di benak mereka tidak ada lagi orang yang baik di dunia ini. Kalo ada yang baik sedikit saja, dianggap aneh. Tidak hanya aneh, tapi malah dianggap sok suci, dan munafik. Ada orang tidak pacaran dinilai sok suci dan munafik. Ada kiai besar berfatwa benar dinilai sok suci. Inilah kualitas moral bangsa kita saat ini. Aku sangat prihatin kalau memikirkannya.” <em>(Lihat pendapat Kang Abik tentang sastra yang tertulis dalam buku, <strong>Fenomena Ayat Ayat Cinta</strong></em><em>)</em></span></p>
</blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sependapat! Pemikiran seperti inilah yang selama ini saya tunggu-tunggu. Pendapat ini demikian mempengaruhi saya. Sayapun sangat mendukung pendapat ini. Betapa kualitas moral bangsa kita saat ini memang sedang rusak seperti yang digambarkan oleh pendapat Kang Abik diatas. Sungguh tulus saya pikir, usaha yang dilakukan Kang Abik sebagai upaya penyadaran publik. Namun sekali lagi saya harus tersentak ketika mengetahui Novel ini akan diadaptasi oleh sebuah film dengan judul serupa. Mungkin seperti halnya kawan-kawan yang lain, saya sangat meragukan kesuksesan film ini. Kesuksesan yang bukan diukur dalam banyaknya orang yang menonton, jumlah tiket yang terjual, panjangnya antrian di bioskop, atau sold-outnya tiket hingga pecahnya rekor penonton. Bukan, bukan itu! Kesuksesan yang saya maksud adalah kesuksesan adaptasi. Kesuksesan dimana Film ini mampu menjawab secara tuntas keraguan-keraguan yang muncul akan layak tidaknya karya ini difilmkan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Meski <em>ngga tega</em>, Saya putuskan untuk menonton film ini. Sekedar untuk memberikan proporsi penilaian yang berimbang dan menghindari <em>suudzon</em>. Jangan-jangan hanya karena ke-<em>parno</em>-an saya, maka film ini langsung saya anggap jelek! Tetapi… Setelah menonton, Saya benar-benar sangat kecewa. Kecewa! Betul-betul kecewa!</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Fahri, Aisha, Maria dan beberapa tokoh lain dibuat sangat “berbeda” dengan versi novelnya. Berbeda dalam artian lebih buruk. Fahri (Fedi Nuril) dibuat seperti pemuda yang biasa-biasa saja bahkan terlihat linglung dan seperti tidak punya arah. Aisha <span> </span>(Rianti Cartwright), bahkan terlihat temperamen, emosional, dan sangat curigaan. Maria (Carissa Putri) sendiri? Sudah genit, suka ngumpul dengan pemuda-pemuda, bertato pula! Waduh!</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sebenarnya, banyak sekali kritik atas skenario film AAC, namun tidak perlu saya tuliskan, karena hampir semuanya sudah dituliskan lebih dulu oleh teman-teman lain seperti <a title="White Jack - AAC ; Film Dakwah?" href="http://blackhors1st.blogs.friendster.com/my_blog/2008/03/post_18.html" target="_blank">White Jack</a> yang juga merasa novel AAC diperkosa disini. Bahkan dia mengungkap keberatan-keberatannya dan <a title="Pertanyaan Saya Dan Jawaban Mas Hanung Tentang Film Ayat-Ayat Cinta" href="http://blackhors1st.blogs.friendster.com/my_blog/2008/03/post_19_1.html" target="_blank">tanya-jawabnya dengan Mas Hanung</a> atas Film AAC.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Diantara semua kritik, ada sebuah langkah yang sangat tepat dilakukan oleh Mas Hanung dan Kang Abik. Menghilangkan scene yang berisi peristiwa gaibiyah, menurut saya memang sepantasnya dilakukan. Mengingat film adalah konsumsi berbagai orang dengan tingkatan pemahaman dan ideologi berbeda. Jujur, saya sebenarnya justru menantikan bagaimana mereka me-<em>redefine</em> peristiwa gaibiyah yang diceritakan didalam novel, kedalam sebuah wujud audio-visual yang sangat terbatas dan bisa saja akan sangat bias dalam menafsirkan peristiwa semacam itu. Seperti yang saya bicarakan sebelumnya bahwa memang, tidak semua karya sastra mampu dicetak kedalam sebuah bentuk komunikasi audio-visual film. Inilah mungkin yang menjadi salah satu alasannya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Di sisi cerita, saya menyukai plot yang Mas Hanung <em>(atau Kang Abik?)</em> buat diluar novel. Scene-scene itu cukup menghibur meski tidak ada dalam novel. Tapi ingat! Hanya di sisi cerita. Saya tetap tidak membenarkan adegan sentuhan non-muhrim dalam film ini. Jika saja ini diangkat menjadi sebuah novel baru, saya pikir ini akan cukup bagus.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sekali lagi, film sepertinya memang sangat sulit untuk dijadikan media dakwah Islam. Terbukti dengan dilanggarnya larangan bersentuhan antar lain jenis diluar yang muhrim. Anda tentu belum lupa akan adegan “malam pertama” Fahri dan Aisha, juga adegan cium kening Fahri dan Maria dan banyak lagi scene lain yang saya pikir melampaui batas. Ya! Melampaui batas! Sebelum Anda protes, saya mohon agar jangan bandingkan film ini dengan film atau sinetron lain yang jauh lebih banyak menampilkan adegan yang juga jauh lebih parah. Tentu saja dalam perbandingan ini, AAC akan terlihat seperti kaos oblong dibandingkan dengan <em>tank-top </em>atau<em> bikini!. </em>Tapi tetap saja, meski lebih baik, Kaos Oblong itu masih memperlihatkan aurat, bukan?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>Wallahu Alam</em>, saya pribadi tentu tidak tahu menahu akan maksud dan niat Kang Abik mengizinkan novelnya difilmkan. Mungkin hanya Allah dan Kang Abik sendiri yang tahu. Namun, semoga Kang Abik mengambil langkah ini dengan niat yang diridhai Allah SWT.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>F. I. Ilyas</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>Seorang awam pecinta novel Ayat-Ayat Cinta</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fiilyas.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fiilyas.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fiilyas.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fiilyas.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fiilyas.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fiilyas.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fiilyas.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fiilyas.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fiilyas.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fiilyas.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fiilyas.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fiilyas.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fiilyas.wordpress.com&blog=3522852&post=12&subd=fiilyas&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fiilyas.wordpress.com/2008/04/24/film-ayat-ayat-cinta-adaptasi-gagal/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://leluconsinga.files.wordpress.com/2007/12/ayatayatcinta.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Ayat-ayat CInta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kick Ass Management</title>
		<link>http://fiilyas.wordpress.com/2008/04/21/kick-ass-management/</link>
		<comments>http://fiilyas.wordpress.com/2008/04/21/kick-ass-management/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Apr 2008 20:27:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fellias</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Blog]]></category>

		<category><![CDATA[Miscellaneous]]></category>

		<category><![CDATA[Point of View]]></category>

		<category><![CDATA[2008]]></category>

		<category><![CDATA[Blog for Living]]></category>

		<category><![CDATA[Blogger]]></category>

		<category><![CDATA[Kick Ass Management]]></category>

		<category><![CDATA[seminar]]></category>

		<category><![CDATA[talkshow]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fiilyas.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Sudah menjadi cita-cita bahkan obsesi saya sejak dulu untuk mendirikan sebuah perusahaan Event Organizer. Ini mungkin berawal karena ketertarikan saya pada seni dan hiburan. Dulu, ketika diajak &#8220;bantu-bantu&#8221; pada sebuah event, saya merasakan kecocokan pada jenis pekerjaan ini. Sekalipun tanpa bayaran, waktu itu bahkan saya sangat excited dan jauh lebih sibuk (entah terlalu rajin atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://fiilyas.files.wordpress.com/2008/04/kam.png"><img class="alignnone size-medium wp-image-9 alignleft" style="float:left;" src="http://fiilyas.files.wordpress.com/2008/04/kam.png?w=161&h=137" alt="Kick Ass Logo" width="161" height="137" /></a>Sudah menjadi cita-cita bahkan obsesi saya sejak dulu untuk mendirikan sebuah perusahaan <em>Event Organizer</em>. Ini mungkin berawal karena ketertarikan saya pada seni dan hiburan. Dulu, ketika diajak &#8220;bantu-bantu&#8221; pada sebuah event, saya merasakan kecocokan pada jenis pekerjaan ini. Sekalipun tanpa bayaran, waktu itu bahkan saya sangat <em>excited</em> dan jauh lebih sibuk (entah terlalu rajin atau apalah) ketimbang panitia yang justru seharusnya lebih bertanggung jawab pada pekerjaan yang notabene adalah pekerjaan mereka. Bukan bermaksud memuji diri, tetapi keinginan saya untuk memberikan yang terbaik bagi klien sangat berperan. Bagi saya, bukan hanya sponsor tetapi dalam hal ini pengunjung, peserta event dan semua yang terlibat dalam event adalah klien juga. Perfeksionis? Entahlah.</p>
<p>Keinginan untuk mendirikan event organizer itu semakin besar saat saya tinggal di Bandung. Bagaimana tidak, Bandung adalah surga event. Di setiap penjuru kota ini, begitu banyak event-event terselenggara setiap harinya. Ini adalah potensi bisnis bukan? Saya sama sekali tidak menafikan banyaknya kompetitor dan adanya banyak sekali orang yang berpikir seperti saya, tetapi saya pikir ini adalah<em> creative business</em>. Disini, yang menjadi komoditi utama adalah Ide dan kualitas pekerjaan. Jadi selama itu bisa di-<em>maintain</em>, maka saya merasa itu bukanlah sebuah masalah.</p>
<p>Akhirnya saya kemudian memutuskan untuk mulai bergerak. <span id="more-8"></span>Bukankah menempuh ribuan kilometer itu dimulai dari satu langkah? Satu langkah pertama itu adalah menentukan nama dan spesialisasi pekerjaan. Saya kemudian memilih spesialisasi Edukasi dan Teknologi dengan nama  Kick Ass Management sebagai bendera yang akan saya kibarkan.</p>
<p>Bukan tanpa alasan ketika saya memilih Edukasi dan Teknologi sebagai spesialisasi EO ini. Kedua bidang itu adalah bidang yang mendatangkan nilai tambah bagi saya. Mengerjakan event-event bertema Edukasi bagi saya adalah sama halnya dengan menyediakan media bagi orang-orang untuk berbagi pengetahuan. Pahala tambahan? Jelas dong! Sementara untuk Teknologi sendiri, saya adalah salah seorang yang gemar akan teknologi. Saat ini Masa Depan adalah Teknologi, dan Teknologi adalah Masa Depan, Bukan begitu?</p>
<p>Ketika ditanya oleh seorang kawan, &#8220;Nah, Kenapa namanya jadi<span style="color:#800000;"> Kick Ass Management</span>?&#8221;. Kick Ass sendiri adalah idiom orang-orang Amerika untuk mengungkapkan kekaguman akan sesuatu yang hebat, Cool, keren, atau fantastik. Itulah harapan dan misi saya. Penggunaan kata  Management  sendiri adalah pencerminan keteraturan akan sesuatu yang ter-manage dengan baik. Ada pula kawan yang menghubung-hubungkan nama ini dengan pantat<em> (Ass=pantat, bokong) </em>dan lalu berkomentar &#8220;Kok ada kata  <em>pantat</em>nya? Jorok amat sih namanya?&#8221;. Sebenarnya untuk menjawab pertanyaan ini, banyak sekali alasan yang bisa saya &#8220;ada-adakan&#8221;, Namun yang paling saya sukai adalah ketika meng-counter   pertanyaan ini dengan pertanyaan balik &#8220;Bisakah anda bayangkan jika ada tidak punya pantat (apalagi lubangnya)?&#8221;. Menurut saya, Pantat, seperti halnya bagian tubuh anugerah Allah SWT yang lain adalah bagian tubuh yang sangat mulia. Pantat ikhlas dilewati <em>faeces</em> atau kotoran setiap harinya demi sempurnanya siklus pencernaan kita. Bayangkan jika pantat ngambek dan tidak mau melakukan tugasnya sehari saja. Hehehe&#8230; Kita semua butuh pantat kan?</p>
<p><em>Enough with the Ass section!</em></p>
<p>Saat ini saya dan kawan-kawan lain sedang menggarap sebuah event seminar dan talkshow bertajuk  <strong>Blog for Living 2008.</strong> Acara ini akan dikemas dalam bentuk Talkshow dan diharapkan menjadi ajang kopi darat para blogger Bandung dan Indonesia secara umum. Beberapa pembicara yang direncanakan tampil adalah Cosa Aranda, Agus Edittag, dan Indra Diky. Mudah-mudahan saja event ini bisa diwujudkan dan mampu menghapus stigma negatif blogger yang digembor-gemborkan oleh <a title="Ahmad Dhani dan Blogger Kurang Kerjaan" href="http://www.youtube.com/watch?v=iogp12mm-Io" target="_blank">mas</a> dan <a title="Roy Suryo - Blogger = Hacker?" href="http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/03/tgl/27/time/110444/idnews/914119/idkanal/323" target="_blank">pakde</a> ini. Semoga!</p>
<p><strong>F. I. Ilyas</strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fiilyas.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fiilyas.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fiilyas.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fiilyas.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fiilyas.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fiilyas.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fiilyas.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fiilyas.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fiilyas.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fiilyas.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fiilyas.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fiilyas.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fiilyas.wordpress.com&blog=3522852&post=8&subd=fiilyas&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fiilyas.wordpress.com/2008/04/21/kick-ass-management/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://fiilyas.files.wordpress.com/2008/04/kam.png?w=161" medium="image">
			<media:title type="html">Kick Ass Logo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengapa Harus Blog?</title>
		<link>http://fiilyas.wordpress.com/2008/04/19/mengapa-harus-blog/</link>
		<comments>http://fiilyas.wordpress.com/2008/04/19/mengapa-harus-blog/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Apr 2008 10:36:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fellias</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Point of View]]></category>

		<category><![CDATA[Blogging]]></category>

		<category><![CDATA[Blogging Advantage]]></category>

		<category><![CDATA[menulis blog]]></category>

		<category><![CDATA[ngeblog]]></category>

		<category><![CDATA[Why Blogging?]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fiilyas.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu yang lalu, saya bertemu dengan seorang kawan lama di Yahoo! Messenger. Beliau bertanya ketika saya ajak untuk ikut menulis blog, mengapa saya harus memilih blog sebagai media untuk menulis? Mengapa tidak di surat kabar, majalah, atau media lainnya?
Waktu itu saya secara spontan menjawab. Karena lebih mudah. Jawaban yang benar, singkat dan &#8220;menggantung&#8221; bukan? [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft" style="float:left;" src="http://reconstruction.eserver.org/064/images/blogcover1.jpg" alt="" width="162" height="107" />Beberapa waktu yang lalu, saya bertemu dengan seorang kawan lama di Yahoo! Messenger. Beliau bertanya ketika saya ajak untuk ikut menulis blog, mengapa saya harus memilih blog sebagai media untuk menulis? Mengapa tidak di surat kabar, majalah, atau media lainnya?</p>
<p>Waktu itu saya secara spontan menjawab. Karena lebih mudah. Jawaban yang benar, singkat dan &#8220;menggantung&#8221; bukan? Belakangan saya juga berpikir demikian. Maka hari ini saya akan menjawab lebih detail pertanyaan kawan tersebut disini.</p>
<p>Jadi Mengapa Harus Blog?<span id="more-5"></span></p>
<div style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;">Lebih Murah</span></div>
<p>Banyak sekali penyedia jasa layanan blog gratis di internet. Anda bisa memilih sendiri platform yang anda ingin gunakan, <a title="Blogger/Blogspot" href="http://blogger.com" target="_blank">Blogger/Blogspot</a>, <a title="WordPress" href="http://wordpress.com" target="_blank">WordPress</a>, <a title="TypePad" href="http://typepad.com" target="_blank">TypePad</a>, <a title="Blogsome" href="http://blogsome.com" target="_blank">Blogsome</a>, dan banyak lagi pilihan lain. Dan sekali lagi GRATIS! Tapi tentu saja, menggunakan domain sendiri adalah sebuah pilihan yang lebih bagus dan bonafid.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Lebih Mudah</span><br />
Pertimbangan kepraktisan adalah termasuk hal utama yang mendorong saya untuk lebih memilih menulis di blog. Saya tidak harus sibuk memikirkan kaidah tata bahasa yang baku. Cukup dengan tata bahasa seadanya yang <span style="font-style:italic;">(saya kira)</span> mampu dimengerti orang yang membacanya, saya sudah bisa menulis di blog. Meski demikian, kemampuan sastra dan tata bahasa seorang blogger sudah barang tentu memiliki nilai lebih dibandingkan dengan yang lain meski hal ini, sekali lagi bukanlah sebuah keharusan.<br />
Sekali lagi, bukan berarti mengecilkan arti media cetak, namun realitanya, tidak semua orang bisa diterima sebagai penulis di Media cetak <span style="font-style:italic;">(termasuk saya mungkin)</span>. Salah satu alternatif termudah adalah blog. Jadi, kenapa tidak?</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Lebih Eternal</span><br />
Tulisan adalah buah pemikiran. Tetapi apa yang terjadi dengan buah pemikiran yang hanya dituangkan kedalam sebuah artikel surat kabar. Mungkin tidak perlu menunggu berganti bulan, dalam hitungan hari saja, sebuah artikel bermutu yang dimuat di surat kabar akan menjadi bungkus kacang kalaupun tidak berakhir di mesin daur ulang dan tidak akan bisa lagi dibaca oleh banyak orang. Berbeda jika tulisan kita dipublikasikan di blog. Berhari-hari hingga bertahun-tahun jika tidak di hapus sendiri, artikel itu masih bisa diakses, dibaca dan digunakan oleh orang lain. Paling tidak, tidak akan berakhir mengenaskan di tangan tukang kacang <span style="font-style:italic;">(mohon maaf, saya tidak bermaksud mengecilkan profesi tukang kacang)</span>. Namun begitu, memiliki artikel yang dipublikasikan di surat kabar dan juga blog tentu saja jauh lebih baik.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Lebih Luas</span><br />
Bisakah anda bayangkan, betapa luasnya coverage internet? itu jugalah yang menjadi salah satu alasan mengapa saya lebih memilih untuk menulis di blog. Blog yang kita tulis, akan mampu dibaca oleh setiap orang yang memiliki koneksi internet di belahan bumi manapun ia berada.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Lebih Bebas</span><br />
Setiap orang memiliki pemikiran yang berbeda-beda. Anda pasti sangat mengerti hal tersebut. Nah, jika anda menuliskan pemikiran anda yang agak nyeleneh, kontroversial dan kontradiktif sudah barang tentu menimbulkan berbagai reaksi. Tentu saja menulis itu mengharuskan anda menanggung konsekuensi tertentu, namun meski kontradiktif, anda tidak usah khawatir blog anda akan &#8220;dibredel&#8221;. Mengutip ucapan <a href="http://perspektif.net/">Wimar Witoelar</a> dalam event <strong>Pesta Blogger 2007</strong>, <span style="font-style:italic;">&#8220;Blogger harus punya sikap, berani menyatakan sikap dan berani menanggung konsekuensinya.&#8221;</span> Serta yang penting tambahnya, <span style="font-style:italic;">&#8220;Jangan takut nge-blog karena tidak akan pernah dibredel.&#8221;</span></p>
<p>Sebenarnya masih banyak lagi alasan-alasan untuk ngeblog dan saya yakin jika anda seorang blogger, anda tentu juga punya alasan sendiri untuk nge-blog. Saya akan sangat berterimakasih jika anda mau menuliskan alasan-alasan anda untuk nge-blog pada comments section yang tersedia disini.</p>
<p>Kesimpulannya, saya mengajak kawan-kawan yang membaca tulisan ini untuk ikut nge-blog. Anda ingin mencerdaskan kehidupan bangsa ini, salah satu yang anda bisa lakukan adalah menulis. Tuangkan pemikiran anda pada tulisan, dan biarkan Indonesia bahkan Dunia membacanya.</p>
<p><strong>F. I. Ilyas</strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fiilyas.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fiilyas.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fiilyas.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fiilyas.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fiilyas.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fiilyas.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fiilyas.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fiilyas.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fiilyas.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fiilyas.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fiilyas.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fiilyas.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fiilyas.wordpress.com&blog=3522852&post=5&subd=fiilyas&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fiilyas.wordpress.com/2008/04/19/mengapa-harus-blog/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://reconstruction.eserver.org/064/images/blogcover1.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Prolog</title>
		<link>http://fiilyas.wordpress.com/2008/04/19/prolog/</link>
		<comments>http://fiilyas.wordpress.com/2008/04/19/prolog/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Apr 2008 10:26:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fellias</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Miscellaneous]]></category>

		<category><![CDATA[menulis blog]]></category>

		<category><![CDATA[ngeblog]]></category>

		<category><![CDATA[official blog]]></category>

		<category><![CDATA[prolog]]></category>

		<category><![CDATA[tulisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fiilyas.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Sekian lama nge-blog, akhirnya saya sampai juga pada tahap memerlukan Official Blog. Mungkin bisa dibilang gaya-gayaan, namun sepertinya memang sudah waktunya, setelah banyak sekali tulisan yang tidak termuat hanya karena saya anggap tidak sesuai dengan tema blog-blog saya sebelumnya. Perjalanan saya di dunia blogging dimulai September 2006 saat pertama kali dikenalkan dengan dunia blog yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="http://fiilyas.files.wordpress.com/2008/04/fotogw.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-4" src="http://fiilyas.files.wordpress.com/2008/04/fotogw.jpg?w=128&h=128" alt="Menikmati Free Hotspot" width="128" height="128" /></a><span style="font-size:100%;">Sekian lama nge-blog, akhirnya saya sampai juga pada tahap memerlukan <a title="F. I. Ilyas - Official Blog" href="http://fiilyas.wordpress.com" target="_blank">Official Blog</a>. Mungkin bisa dibilang gaya-gayaan, namun sepertinya memang sudah waktunya, setelah banyak sekali tulisan yang tidak termuat hanya karena saya anggap tidak sesuai dengan tema <a title="McMunny Online" href="http://mcmunny.blogspot.com" target="_blank">blog</a>-<a title="Impressivo" href="http://impressivo.blogspot.com" target="_blank">blog</a> saya sebelumnya. Perjalanan saya di dunia blogging dimulai September 2006 saat pertama kali dikenalkan dengan dunia blog yang waktu itu menurut saya hanya sebatas online diary (dan memang blog pertama yang saya lihat adalah blog seorang perempuan melankolis berisi personal diarynya). Jadi sebenarnya saya termasuk anak kemarin sore dalam dunia blogging. Mulailah saya menulis -<em>yang mungkin bisa dikategorikan</em>- personal blog yang berisi tentang catatan-catatan harian yang (meski dikemas lucu) tetap saja melankolis.<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:100%;">Namun itu juga tidak berlangsung lama. Kesibukan yang ada serta masalah koneksi internet yang tidak selalu ada membuat saya semakin lupa dan malah meninggalkan dunia blogging yang waktu itu memang tanpa motivasi tambahan (baca: uang -<em>pen</em>). Kembalinya saya justru terjadi di quarter akhir 2007, dimana saat itu saya akhirnya mendapatkan apa yang saya idamkan selama ini, affordable 24 hours internet connection. Terima kasih kepada <a title="kang onno" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Onno_W_Purbo" target="_blank">kang Onno W. Purbo</a> dan kawan-kawan beliau yang telah merintis <a title="rt/rw net presentation" href="onno.vlsm.org/v10/onno-ind-2/network/ppt-teknologi-rt-rw-net-4-2002.ppt" target="_blank">RT/RW Net</a> hingga bisa dinikmati seperti saat ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:100%;">Akhirnya larutlah saya pada keasyikan baru yang mungkin anda bisa tebak. Internet! berbagai situs saya kunjungi, berbagai social networking saya coba, tidak terhitung lagi file yang pernah saya download. Semua dalam euphoria internet. Kekanak-kanakan dan sedikit kampungan memang, tapi inilah saya. Bagi saya yang seorang mahasiswa biasa (baca: pengangguran -<em>pen</em>), koneksi internet adalah sebuah hal yang mewah dan harus dinikmati sebaik-baiknya (mumpung!). Namun akhirnya bisa ditebak, berujung dengan kebosanan. Bagaimana tidak, setiap hari cuma bisa ber-IM ria, ngecek friendster, ngecek email, download MP3 dan sejenis kegiatan Netter biasa.</span><span id="more-3"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kembalinya saya ke dunia blogging bermula pada ajakan seorang kawan untuk mencoba mengikuti program Adsense. Apa lagi selain mengejar iming-iming uang? Motivasi yang sangat kuat memang. Mungkin juga karena diperparah dengan keadaan saya yang waktu itu memang baru saja meninggalkan pekerjaan sebagai Fashion Show Music Director. Well, Uang memang bisa menjadi motivasi manusia yang sangat kuat terlebih di saat dalam keadaan sangat membutuhkan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:100%;">Selanjutnya, mulailah saya mengikuti beberapa program afiliasi. Berharap bisa mendapatkan uang, berbagai blog kemudian saya buat. Mulai dari <a title="Info Scholarship Internasional" href="http://forfreescholarship.blogspot.com" target="_blank">informasi beasiswa</a>, <a title="McMunny Online" href="http://mcmunny.blogspot.com" target="_blank">blogging tips, SEO tricks</a>, dan berbagai blog lainnya. Belum lagi berbagai macam trik SEO telah saya jalankan, apa yang saya dapatkan belum mencapai, bahkan jauh dari harapan. Apa yang salah? Ternyata jawabannya sangat sederhana. Membangun blog adalah membangun komunitas pembaca. Kurang lebih sama dengan membangun merk, image dan persepsi konsumen dalam ilmu pemasaran. Jadi, seperti halnya membangun merk, jika blog anda dikemas dan dibangun dengan baik maka visitor dan reader akan datang dengan sendirinya. Sangat sederhana. Malah menurut saya, uang disini justru hanyalah sebagai efek.<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:100%;">Content, hampir pasti merupakan tersangka utama “kegagalan” ini. Selama ini, kebanyakan blog-blog saya adalah blog yang hampir-hampir “tanpa emosi”. Hampir semua tidak memiliki sentuhan humanis. Malah terkesan kaku dan tidak punya interaksi. Saya melupakan satu hal krusial bahwa setiap pembaca adalah manusia, terlepas dari informasi yang saya berikan di blog saya adalah informasi yang termasuk kategori “dicari”, blog saya tetap “dingin”.<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:100%;">Ketakutan saya untuk menulis juga berakibat pada miskinnya original content dalam blog-blog saya. Berperan sebagai “editor” bukan penulis, sering sekali saya lakukan. Waktu itu, saya hampir selalu mengisi blog-blog saya dengan mengkopi informasi dan artikel orang lain dan mengubahnya dengan “bahasa” saya. Dan itu menyakitkan. Ya, sangat menyakitkan ketika mendapati kenyataan bahwa saya hanyalah seorang plagiator yang curang. Sekali lagi, saya sampai pada sebuah kesimpulan. Di dunia apapun, kita harus tetap menjadi diri kita. Kita harus jujur mengakui bahwa kita adalah seorang penulis pemula yang buruk, jika itu memang kenyataannya. Namun disamping itu juga, kita harus berbangga jika tulisan kita adalah tulisan yang jujur menyuarakan isi kepala dan hati kita, seburuk apapun itu kelihatannya.<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:100%;">Well, Blog ini - mudah-mudahan - adalah awal dari usaha saya untuk membangun komunitas pembaca. Saya yakin, anda mempunyai pendapat dan pilihan sendiri. Namun, jika anda anda adalah orang baru di dunia blogging yang berpikir komersil, saya sarankan untuk “membangun” terlebih dahulu blog anda sebelum berpikir untuk “meng-komersilkannya”. Remember, Money is only effect <span style="font-style:italic;">(more causes you made, more effects you got).</span></span></p>
<p><span style="font-weight:bold;font-size:100%;"><br />
F. I. Ilyas</span><span style="font-size:100%;"><br />
</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fiilyas.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fiilyas.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fiilyas.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fiilyas.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fiilyas.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fiilyas.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fiilyas.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fiilyas.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fiilyas.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fiilyas.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fiilyas.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fiilyas.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fiilyas.wordpress.com&blog=3522852&post=3&subd=fiilyas&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fiilyas.wordpress.com/2008/04/19/prolog/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://fiilyas.files.wordpress.com/2008/04/fotogw.jpg?w=128" medium="image">
			<media:title type="html">Menikmati Free Hotspot</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>